KAI Daop 8 Surabaya Turunkan Kapasitas Penumpang Hingga 75 Persen



SURABAYA, IPHEDIA.com - Mencegah penyebaran virus corona baru (Covid-19), PT KAI Daop 8 Surabaya, Provinsi Jawa Timur, menurunkan kapasitas angkutan penumpang kereta api di wilayahnya dari awalnya berkapasitas 150 persen menjadi 75 persen.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan, penurunan daya angkut juga dilakukan untuk mendukung perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat corona di Indonesia oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga 29 Mei 2020.

Suprapto menjelaskan, setiap harinya terdapat 46 perjalanan KA Lokal yang beroperasi di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dengan daya kapasitas terdiri dari 25.564 tempat duduk (100 persen) dan toleransi tiket berdiri (50 persen dari tempat duduk) sebanyak 12,782 buah.

"Jadi, total dalam seharinya, daya kapasitas perjalanan KA Lokal di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya bisa mencapai 38.346 penumpang, dengan adanya kebijakan pengurangan kapasitas menjadi 75 persen, maka sekarang kapasitas daya angkutnya menjadi 19.182 penumpang per harinya," terang Suprapto, Selasa (24/3/2020).

Dengan langkah ini, kata dia, PT KAI Daop 8 Surabaya harus membatalkan tiga perjalanan kereta api secara keseluruhan dan memperpendek relasi tujuan empat perjalanan KA di wilayahnya, terhitung mulai dari tanggal 26 Maret sampai 31 Maret 2020.

Ketiga perjalanan kereta api yang dibatalkan masing-masing KA Sembrani relasi Stasiun Surabaya Pasar Turi – Gambir, KA Gumarang relasi Stasiun Pasar Turi – Stasiun Pasar Senen dan KA Songoriti relasi Stasiun Surabaya Gubeng – Stasiun Malang pulang-pergi (PP).

Sementara, empat perjalanan KA yang mengalami perpendekan relasi tujuan di antaranya KA Argo Wilis relasi sebelumnya Surabaya Gubeng–Bandung–Gambir menjadi Stasiun Surabaya Gubeng-Bandung.

Kemudian, KA Mutiara Selatan relasi sebelumnya Malang-Surabaya Gubeng -Bandung-Gambir/pp, menjadi Malang – Surabaya Gubeng-Bandung, lalu KA Turangga relasi Surabaya Gubeng-Bandung-Gambir menjadi Surabaya Gubeng-Bandung, dan KA Malabar relasi Malang-Bandung-Pasar Senen Malang-Bandung.

"Kebijakan ini juga untuk mendukung kebijakan social distancing yang diterapkan pemerintah, dimana masyarakat diminta mengurangi mobilitasnya," katanya.

Akibat penurunan ini, jelas dia, secara kumulatif penumpang KA yang naik selama periode 1 sampai 23 Maret 2020 turun 58,89 persen dari 1.066.109 penumpang menjadi 627.839 penumpang.

"Meski terdapat pengurangan jadwal kereta api, kami tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang yang membutuhkan transportasi kereta api dengan segala protokol pencegahan virus corona yang telah diterapkan," ujar Suprapto. (Sugeng P)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top