Belasan Ribu Jamaah Umrah Asal Indonesia Dipulangkan Bertahap



PEKANBARU, IPHEDIA.com - Melalui 13 maskapai penerbangan sebanyak 18.589 jamaah umrah yang berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah dipulangkan secara bertahap ke Tanah Air dan terakhir pada 15 Maret 2020.

Ke-13 maskapai penerbangan tersebut akan memulangkan para jamaah umrah yang telah menyelesaikan rangkaian perjalanan dan ibadahnya sesuai dengan paket masing-masing.

Belasan maskapai penerbangan yang memulangkan jamaah umrah tersebut, meliputi Air Asia, Citilink, Emirates Airlines, Ethiopian Airlines, Etihad Airways, Flynas Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, Malaysia Airlines, Oman Air, Saudi Arabian Airlines, Srilankan Air, dan Turkish Airlines.

Para jamaah umrah ini ada yang penerbangannya langsung ke bandara daerahnya di Indonesia dan sebagian transit di Kualalumpur, Dubai, Addis Ababa, Abu Dhabi, Singapura, Turki, dan Queen Alia.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim, seperti disampaikan Pranata Humas Ahli Muda, Kanwil Kemenag Riau, Vehtriani Rahmi mengatakan, mereka ini jamaah yang berangkat dari Indonesia sebelum dikeluarkannya aturan penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi.

"Melalui 13 maspakai penerbangan itu mereka akan dipulangkan secara bertahap setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan dan ibadah umrahnya sesuai paket masing-masing, dan Rabu (4/3/2020) kepulangan mereka tercatat sebanyak 4.763 jemaah," kata Vehtriani Rahmi, di Pekanbaru, Riau, Kamis (5/3/2020).

Berdasarkan catatan Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), sampai hari ini lebih 18.589 jamaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus melalui Pranata Humas Ahli Muda Kanwil Kemenag, berpesan kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang masih memberikan pelayanan kepada jemaah di Arab Saudi agar tetap mengawal dan menjaga jamaahnya.

"PPIU harus memastikan jemaah mendapatkan layanan sesuai paket dan juga mendapat perlindungan dari hal-hal yang tidak diinginkan dan keluarga jamaah di Indonesia tetap tenang karena proses pemulangan akan dilakukan sesuai jadwal yang telah direncanakan," jelasnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top