AS dan Taliban Tandatangani Kesepakatan Penarikan Pasukan



KABUL, IPHEDIA.com - Amerika Serikat menandatangani perjanjian dengan gerilyawan Taliban pada Sabtu (29/2/2020) waktu setempat atau Minggu WIB (1/3/2020), yang dapat membuka jalan menuju penarikan penuh tentara asing dari Afghanistan dan sebagai langkah menuju mengakhiri perang 18 tahun di negara tersebut.

Sementara perjanjian ini menciptakan jalan bagi Amerika Serikat untuk secara bertahap menarik diri dari perangnya yang terpanjang, banyak yang berharap pembicaraan yang akan datang antara pihak Afghanistan mungkin jauh lebih rumit.

Kesepakatan itu ditandatangani di ibukota Qatar, Doha, oleh utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad, dan kepala politik Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, dengan disaksikan Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo.

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, menyebut perjanjian itu langkah yang baik tetapi hanya permulaan.

"Untuk mencapai perdamaian abadi di Afghanistan akan membutuhkan kesabaran dan kompromi di antara semua pihak," kata Esper, yang bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Kabul di mana mereka mengumumkan deklarasi bersama secara paralel dengan perjanjian AS-Taliban, seperti melansir Reuters, Minggu (1/3/2020).

Amerika Serikat mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengurangi jumlah pasukannya di Afghanistan menjadi 8.600 - dari 13.000 saat ini - dalam 135 hari sejak penandatanganan perjanjian, dan bekerja dengan sekutunya untuk secara proporsional mengurangi jumlah pasukan koalisi di Afghanistan selama periode itu, jika Taliban mematuhi komitmen mereka.

Penarikan penuh semua pasukan AS dan koalisi akan terjadi dalam waktu 14 bulan sejak kesepakatan ditandatangani, jika Taliban menunda perjanjian mereka, kata pernyataan bersama itu.

"Kami bekerja untuk akhirnya mengakhiri perang terpanjang Amerika dan membawa pasukan kami kembali ke rumah," kata Presiden AS, Donald Trump, dalam pernyataan Gedung Putih. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top