Tingkatkan Daya Saing Produk Unggulan, Lampung Optimalkan Konektivitas Logistik

Asisten Bidang Ekonomi Sekprov Lampung, Taufik Hidayat

BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Untuk peningkatan daya saing produk unggulan daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong penuh optimalisasi konektivitas logistik.

"Optimalisasi konektivitas itu bisa dilakukan dengan meningkatkan kemudahan akses transportasi dengan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang, mulai dari pembangunan jalur kereta api, terminal, bandara hingga pelabuhan," ujar Asisten Bidang Ekonomi Sekprov Lampung, Taufik Hidayat, di Bandarlampung, Jumat (7/2/2020).

Menurutnya, posisi Provinsi Lampung menjadi sangat strategis karena berada di jalur perdagangan Internasional Alur Laut Kepulauan Indonesia 1 (AKLI I) yang meliputi Selat Sunda - Selat Karimata - Laut Natuna - Laut Cina Selatan.

Selain itu, kata dia, Lampung termasuk pintu gerbang penghubung Pulau Sumatera dan pulau utama sekaligus menjadi bagian dalam Global Logistic Support System yang menghubungkan laut hindia, laut Cina Selatan dan Asia Pasifik.

"Posisi Provinsi Lampung jika dipetakan terhadap enam faktor penggerak utama sistem logistik nasional, yaitu komoditas, pelaku dan penyedia jasa, infrastruktur transportasi, teknologi informasi, sumber daya manusia, dan regulasi, dapat dilihat bahwa Provinsi Lampung memiliki kontribusi yang luar biasa," katanya.

Ia menyebut, dengan visi "Rakyat Lampung Berjaya" pertumbuhan investasi daerah ini akan terus didorong dengan berupaya menarik sebanyak-banyaknya investasi swasta dengan mewujudkan Lampung ramah usaha.

Investasi diarahkan pada sektor yang dapat meningkatkan ekspor barang jadi, sehingga terdapat proses peningkatan nilai tambah di daerah yang akan menyerap banyak tenaga kerja. Alokasi belanja modal infrastruktur oleh pemerintah pusat maupun daerah juga diharapkan mampu mendukung peningkatan investasi.

"Provinsi Lampung saat ini mampu menyuplai sekitar 40 persen kebutuhan pangan dan 11 komoditi yang diperlukan Provinsi DKI Jakarta," jelasnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top