Tim Pendukung Caketum DPP PAN Ricuh di Sidang Kongres



KENDARI, IPHEDIA.com - Dua kubu tim pendukung calon Ketua Umum (Caketum) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025 Zulkifli Hasan dan Mulfachri Harahap bentrok di ruang sidang kongres ke V PAN yang dilaksanakan di Hotel Clarion Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/2/2020).

Akibat kericuhan ini, peserta Kongres V PAN mengalami luka-luka dan memar karena pendukung kedua calon ketua umum saling lempar kursi hotel dan ada yang melemparkan botol di dalam ruang sidang tersebut.

"Ada sekitar 30 orang pendukung Mulfachri Harahap luka-luka. Mereka luka-luka di bagian kepala karena dilempar kursi," ungkap Koordinator Lapangan Pemenangan Mulfachri Harahap-Hanafi Rais, Muh Asri Anas.

Diketahui, Kongres V PAN dimulai pagi hari, sesuai jadwal panitia agenda pleno I, yaitu penjelasan steering committee atau panitia pengarah dan pembahasan tata tertib kongres. Setelah masuki waktu istirahat, pimpinan sidang menskorsing rapat pleno tersebut sampai pukul 14.00 WITA.

Pendukung Mulfachri Harahap selanjutnya keluar dari ruangan kongres. Selesai waktu istirahat, tim Mulfachri Harahap kembali masuk di ruang rapat. Sementara pendukung Zulkifli Hasan masuk lebih awal.

Belum lama peserta kongres masuk ruangan, tiba-tiba keadaan di dalam ruangan ricuh. Pendukung Mulfachri Harahap dan Zulkifli Hasan saling lempar kursi. Beberapa pendukung yang lainnya mengevakuasi teman mereka dan beberapa lainnya membantu. Termasuk mengevakuasi Amien Rais untuk keluar ruangan.

Sementara itu, Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam turun tangan langsung mengamankan lokasi kongres. Ratusan personel kepolisian langsung masuk dalam ruangan kongres.

Aparat Kepolisian yang menjaga di luar hotel Clarion mengamankan dua orang pemuda yang diduga membuat onar di sekitar lokasi kongres.

Pascakericuhan terjadi di ruang sidang Kongres ke V PAN ini, pihak keamanan dalam hal ini kepolisian lebih meningkatkan keamanan di depan ruang sidang di hotel itu.

Polisi yang sebelumnya hanya berjaga di depan hotel tepatnya di pelataran hotel, kini diarahkan untuk berjaga di depan ruang sidang, pada depan pintu utama masuk ruang sidang.

Pasukan Brimob Polda Sultra yang dibantu Brimob dari Polda Sulawesi Selatan melakukan penjagaan di depan pintu masuk pertama sebelum masuk pintu ruang kongres. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top