Situasi Lebih Kondusif, Palembang Optimistis Sektor Pariwisata Tumbuh Tahun Ini



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Dibandingkan tahun sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, optimistis sektor pariwisata pada 2020 bakal tumbuh di atas 6,0 persen karena situasi lebih kondusif.

“Ada harapan lebih baik di tahun 2020 karena harga tiket mulai turun, dan pilpres sudah berakhir,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, di Palembang, Minggu (9/2/2020).

Menurutnya, jika merujuk pada PAD dari sektor wisata yang mencapai Rp250 miliar, atau meningkat Rp65 miliar dari  2018, sebenarnya pariwisata Kota Palembang sudah tumbuh baik pada 2019.

Realisasi PAD sektor pariwisata itu bersumber dari pajak hotel, hiburan dan restoran yang meningkat pesat setelah pemasangan tapping box.

Meski demikian, kata dia, pemkot enggan berpuas diri mengingat Kota Palembang yang menjadi tuan rumah Asian Games XVIII tahun 2018 berharap sektor pariwisata ini setidaknya tumbuh 10 persen setiap tahun.

“Kami juga harus realistis, hanya menargetkan sekitar 6 persen setiap tahunnya untuk jumlah kunjungan wisatawan,” katanya.

Kota Palembang, ujar dia, harus berbenah untuk menyejajarkan dengan kota-kota wisata lainnya di Indonesia, terutama dari sisi infrastruktur dan ragam destinasi wisata.

Palembang yang memiliki keunggulan dari sisi wisata olahraga, wisata sejarah dan wisata kuliner harus terus berpacu agar menjadi pilihan wisatawan dari dalam dan luar negeri, kata dia.

Dikatakannya, keberadaan kota Palembang yang menjadi kota perlintasan menuju provinsi-provinsi di Sumatera, yakni Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau hingga Aceh, membuat kota ini semakin terdongkrak perannya setelah hadirnya ruas tol Palembang-Lampung.

Lantaran itu, Pemkot Palembang sangat optimistis target pertumbuhan jumlah wisatawan di atas 6,0 persen pada 2020 dapat tercapai setelah pada 2019 tercapai 2,1 juta orang dan wisatawan mancanegara 12.000 orang.

“Untuk mencapai ini harus digalang sinergi, karena sektor wisata ini mutlak harus melibatkan banyak pihak,” jelasnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top