Polisi Tangkap 14 Pelaku Pengeroyokan Salah Satu Anggota Polres Lampung Timur



BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Sebanyak 14 orang pelaku pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya anggota polisi Shabara Polres Lampung Timur, Brigpol Ahmad Jamhari (41), ditangkap jajaran Polres Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

"Mereka dimintai keterangannya untuk mengetahui peran masing-masing," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, di Bandarlampung, Selasa (4/2/2020).

Para pelaku pengeroyokan yang ditangkap Senin malam (3/2/2020) itu, di antaranya berinisial DM (24), RS (32), SD (36), ST (41), SK (31), RA (21), TH (23), DG (30), AD (20), SY (27), QM (25), SR (40), SY (30), dan AS (22).

Saat ini, mereka berada di Polsek Seputihbanyak, Lampung Tengah, guna dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut terkait peran masing-masing tersangka dalam kasus penganiayaan atau pengeroyokan tersebut.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi saat anggota Shabara dari Polres Lampung Timur sedang bertandang ke wilayah Lampung Tengah. Namun, kegiatannya dianggap mengganggu ketertiban umum sehingga masyarakat sekitar langsung melakukan pengeroyokan.

Sebelumnya, Kapolres Lampung Timur, AKBP Wawan Setiawan, mempercayakan proses penanganan hukum dugaan pengeroyokan hingga meninggal dunia yang menimpa salah seorang anggotanya, Brigpol Ahmad Jamhari kepada pihak Polres Lampung Tengah.

“Kami mempercayakan proses penanganan hukum terkait kejadian tersebut kepada jajaran Polres Lampung Tengah, sesuai lokasi terjadinya tindak pidana tersebut. Kami terus berkoordinasi,” ujar AKBP Wawan Setiawan, di Sukadana, Senin (3/2/2020).

Dugaan pengeroyokan yang menyebabkan Brigpol Ahmad Jamhari meninggal dunia terjadi Senin (3/2/2020) sekira pukul 02.15 WIB di Jalan Lintas Pantai Timur, Kampung Sanggar Buana, Kecamatan Seputihbanyak. (zhr/as)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top