Polisi Amankan Wanita Perekayasa Perampokan dan Penyekapan di Prabumulih



PRABUMULIH, IPHEDIA.com - Aksi perampokan dan penyekapan terhadap Ety Susanti (30), pegawai sekaligus pembantu Toko Zahwa Tekstil, Jalan Padat Karya, Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur, Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis (20/2/2020) ternyata hanya rekayasanya belaka.

"Setelah ambil uang, langsung saya simpan di dalam celana dalam. Petugas memeriksa kemarin uangnya masih di dalam celana saya," ujar Ety Susanti, pelaku rekayasa perampokan dan penyekapan saat press realise di halaman Polres Prabumulih, Jumat (21/2/2020).

Ia mengatakan sengaja mengarang cerita untuk mengambil uang Rp11 juta milik majikannya Ferdi dan Lia Asmara (36). Rekayasa perampokan sekaligus penyekapan ini terungkap setelah petugas Polres Prabumulih melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) dan menyinkronkan dengan keterangan Ety, yang justru menemukan banyak kejanggalan.

Kepada polisi, Ety mengaku nekat melakukan rekayasa perampokan dan penyekapan lantaran terlilit hutang. Sementara dia mengetahui majikannya menyimpan uang Rp11 juta di dalam meja kasir dan kunci laci tidak dibawa pemilik toko.

Kesempatan ini membuat Ety kalap mata lalu mengambil uang tersebut dan menyimpannya di dalam celana dalamnya. Kemudian, ia mengarang cerita jika ada dua perampok masuk dan melarikan diri lewat jendela lantai tiga ruko.

Sementara, Wakapolres Prabumulih, Kompol Agung Aditya, didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman mengatakan, pelaku mengaku jika peristiwa tersebut rekayasa setelah dilakukan pemeriksaan intensif.

"Setelah kita periksa terus dan terdesak, pelaku mengakui hal itu adalah rekayasa. Uang korban disimpan pelaku di celana dalamnya," jelasnya.

Sebelumnya, Ety Susanti yang mengaku kalau ia dirampok dan disekap dua pelaku menggunakan senjata tajam dan memakai penutup wajah atau zebo yang memanjat dinding bagian belakang ruko lalu turun ke lantai bawah masuk ke dalam toko itu, sempat menggemparkan warga sekitar.

Saat ditemukan Lia Asmara pemilik toko usai menjemput anaknya pulang sekolah dan membuka pintu dari luar, pelaku Ety tergeletak di lantai toko dalam keadaan mulut tertutup lakban dan kedua tangan serta kakinya juga terikat lakban.

Rupanya, itu hanya aksi pelaku untuk mengelabui. Kepada polisi, ia mengakui kalau itu hanya rekayasanya sendiri setelah mengambil uang pemilik toko. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top