Polda Jatim Amankan Enam Tersangka Penyelundup 40 Kg Sabu dari Malaysia



SURABAYA, IPHEDIA.com - Jajaran Polda Jawa Timur (Jatim) mengamankan enam tersangka penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 40 kilogram yang dikirimkan dari Malaysia.

Selain itu, selama bulan Januari ini juga disita 10 kilogram sabu dari polres yang masih dalam wilayah hukum Polda Jatim. Total tersangka yang diamankan adalah 779 orang.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, para pelaku beberapa di antaranya sindikat peredaran Narkoba jaringan internasional asal Malaysia, yakni Chee Kim Tiong dan Lau Chu Hee. Masing-masing kedapatan membawa 14 kilogram sabu.

Dijelaskan Kapolda, modus yang dijalankan kedua pengedar ini hampir sama dengan sindikat internasional yang pernah ditangkap polisi di daerah lain, yaitu selalu mengemas sabu menggunakan pembungkus teh China.

Paket-paket sabu itu kemudian dibawa masuk oleh kedua tersangka ke tanah air menggunakan mobil. Melalui jalur darat maupun laut. Mulai dari Myanmar, Kuching (Malaysia), Pontianak kemudian ke Pangkalan Bun.

“Dari Pangkalan Bun langsung masuk ke kita melalui Tanjung Perak (Surabaya),” ujar Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan, di Surabaya, Senin (3/2/2020).

Dari data yang ada, sudah ratusan kasus peredaran Narkoba diungkap Polda Jatim beserta jajaran sepanjang Januari 2020. Rinciannya, jajaran Polres menyita 6 kilogram sabu, 12 kilogram ganja, 1776 butir ekstasi, 1553 butir golongan IV serta 310 ribu butir daftar G.

Untuk pelaku yang diamankan sebanyak 712 tersangka. Sedangkan, hasil kerja keras yang dilakukan oleh Polda Jatim dalam hal ini Ditresnarkoba, yakni sabu seberat 44 kilogram, 1 kilogram ganja kering dan 1.103 butir ekstasi diamankan.
 

Kemudian, ada pula golongan IV sebanyak 40 butir, serta 213.779 butir daftar G, juga turut disita, dengan 67 tersangka yang diamankan. (pr/*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top