Mahathir Mohamad Mundur Sebagai Perdana Menteri Malaysia

Mahathir Mohamad

KUALA LUMPUR, IPHEDIA.com - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menyerahkan surat pengunduran diri sebagai perdana menteri kepada Yang di-Pertuan Agong Malaysia, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, di Kuala Lumpur, Senin (24/2/2020).

Menurut pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad telah menyampaikan surat peletakan jabatan kepada Yang di-Pertuan Agong di Istana Negara pada pukul 13.00 waktu setempat, seperti melansir Malaysia Kini.

Mahathir yang saat ini berusia 94 tahun kembali menjadi PM Malaysia setelah terpilih pada Mei 2018. Sebelumnya, Mahathir Mohamad pada Januari mengatakan siap mengundurkan diri kapan saja jika diminta oleh koalisi Pakatan Harapan.

Sebelumnya pada Senin pagi, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim, Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail dan Ketua DAP Lim Guan Eng telah bertemu Mahathir Mohamad di kediamannya di Seri Kembangan. Pada jam 14.00, Anwar Ibrahim diterima Al-Sultan di Istana Negara.

Menurut informasi yang dihimpun, peletakan jabatan tersebut diduga berkaitan dengan pergolakan politik yang terjadi dalam koalisi Pakatan Harapan (PH) sejak musyawarah Majelis Presiden Jumat lalu.

Pada Minggu malam, pimpinan partai politik Koalisi Pakatan Harapan pendukung Mahathir mengadakan pertemuan dengan partai oposisi Koalisi Barisan Nasional (BN) namun tidak ada pernyataan resmi setelah pertemuan itu.

Diketahui, Koalisi Pakatan Harapan terbentuk pada 22 September 2015, terdiri dari Partai Aksi Demokratis, Partai Keadilan Rakyat, Partai Amanah Nasional, dan Partai Pribumi Bersatu Malaysia.

"Sejauh yang saya ketahui, jika mereka ingin saya mundur, saya akan mundur sekarang," kata Mahathir Mohamad.

Pernyataan Mahathir menanggapi usulan beberapa anggota parlemen dari Partai Keadilan Rakyat (PKR), bahwa ia akan menyerahkan jabatan perdana menteri kepada presiden PKR, Anwar Ibrahim pada Mei 2020.

Sebelumnya, ia juga berjanji akan menyerahkan jabatannya kepada Anwar Ibrahim setelah Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada November 2020, di mana Malaysia akan menjadi tuan rumah. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top