Kurs Rupiah Stagnan, Dolar AS Melemah Terhadap Sejumlah Mata Uang Asia



JAKARTA, IPHEDIA.com - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta stagnan di level Rp13.715 per dolar AS atau sama dengan penutupan hari sebelumnya pada Rabu pagi (5/2/2020).

Sementara itu, kurs dolar AS pada Rabu (5/2/2020) pukul 8.09 WIB di pasar spot Rp13.700 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,11% ketimbang harga penutupan perdagangan Selasa (4/1/2020) setelah menyentuh Rp 13.742 per dolar AS pada Senin (3/1/2020).

Didorong kebijakan bank sentral China, kurs rupiah pada Selasa sore ditutup menguat 27 poin atau 0,19 persen di level Rp13.715 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.742 per dolar AS. Intervensi Bank Indonesia menjadi salah satu penyokong penguatan rupiah.

Hari ini, pergerakan mata uang Asia mixed. Selain terhadap rupiah, harga dolar AS juga melemah terhadap dolar Taiwan, yen, won, dan peso. Sedangkan dolar Singapura, ringgit, baht, dan dolar Hong Kong melemah terhadap dolar AS.

Head of Asia Research ANZ Singapura, Khoon Goh, menyebut banyaknya minat pada lelang surat utang negara (SUN) otomatis menambah permintaan rupiah di pasar. Seperti lazimnya permintaan rupiah yang naik mengakibatkan pelemahan harga dolar.

"Otoritas menunjukkan bisa menjaga stabilitas di tengah gejolak global, termasuk perang dagang," kata Khoon Goh.

Dikatakannya, SUN sukses menarik minat investor hingga Rp96 triliun. Dari total permintaan yang masuk, pemerintah hanya memenangkan Rp21 triliun.

Sementara Bloomberg mencatat, Bank Indonesia membeli lebih dari Rp22 triliun obligasi negara pada bulan Januari untuk stabilisasi pasar. BI membeli surat utang negara senilai Rp1,7 triliun di pasar sekunder pada Senin (3/2/2020). (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top