Kurs Rupiah Melemah, Dolar AS Jatuh Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga



JAKARTA, IPHEDIA.com - Dari sebelumnya Rp13.887 per dolar AS, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah 18 poin atau 0,13 persen menjadi Rp13.905 per dolar AS, Rabu pagi (26/2/2020).

Rupiah bergerak melemah 23 poin atau 0,17 persen menjadi Rp13.910 per dolar AS pada pukul 9.43 WIB. Pelemahan rupiah seiring kekhawatiran pasar terhadap meluasnya penyebaran Virus Corona baru atau Covid-19.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menyebut, rupiah dalam perdagangan hari ini masih akan lemah. "Dalam perdagangan hari ini kemungkinan rupiah masih akan melemah," katanya. 

Ibrahim memprediksi dari sebelumnya Rp13.887 per dolar AS, rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.835 per dolar AS hingga Rp13.935 per dolar AS.

Sementara itu, karena ekspektasi Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga tahun ini untuk mengurangi tekanan ekonomi yang disebabkan wabah Virus Corona, kurs Dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (26/2/2020).

Terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, dolar tergelincir 0,401 persen menjadi 98,939, setelah mencapai level tertinggi tiga tahun mendekati 100 pada pekan lalu.

Minggu lalu, Dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun karena virus menyebar lebih lanjut di seluruh dunia, dengan investor menganggap semua aset AS sebagai safe havens.

Pada minggu ini indeks dolar telah jatuh karena safe havens lainnya telah naik ketika para manajer uang berpikir The Fed mungkin lebih cenderung untuk menurunkan suku bunga. Pemotongan suku bunga yang bersifat inflasi itu dapat berimbas penurunan nilai dolar. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top