Korupsi Jalan Bandara Pagaralam, Dua Terdakwa Divonis 4 Tahun Penjara



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Korupsi pembangunan akses jalan Bandara Atung Bungsu Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, dua terdakwa Arif Kusuma (39) dan Syaiful Anwar (52) divonis 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta, pada persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (24/2/2020).

"Masing-masing terdakwa dengan pidana selama 4 tahun dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan," kata Majelis Hakim Tipikor, Abu Hanifah, membacakan putusan sidang.

Kedua terdakwa dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 50 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Vonis tersebut sedikit lebih rendah dari tuntut JPU Kejari Pagaralam yang menuntut keduanya dengan pidana selama 4 tahun dan 3 bulan serta denda Rp200 juta subsider 3 bulan. Atas vonis tersebut kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk upaya banding.

Kedua terdakwa, Syaiful Anwar selaku Ketua Tim Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dan M Arif Kusuma Yudha Ketua Pokja Lelang proyek akses jalan Bandara Atung Bungsu Kota Pagaralam ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Sumsel pada Oktober 2019 berdasarkan pengembangan kasus ini.

Diketahui, sebelum keduanya disidang, polisi lebih dulu telah menjerat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Teddy Juniastanto, dan pihak kontraktor, M Teguh, telah divonis masing-masing 4,5 tahun dan 9 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Palembang pada April 2019.

Berdasarkan hasil audit BPK, dari proyek pembangunan jalan akses Bandara Atung Bungsu Kota Pagaralam yang memiliki nilai pagu sebesar Rp24 miliar pada tahun 2015 dari APBD Kota Pagaralam ini, negara dirugikan Rp5,3 miliar.

Dari total kerugian Rp5,3 miliar tersebut, terpidana M Teguh selaku kontraktor telah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp3 miliar ke Kejati Sumsel pada Maret 2019. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top