Gubernur Sumsel Minta OPD Lebih Dini Antisipasi dan Cegah Karhutla



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Gubernur Sumsel, Herman Deru, sudah memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) di kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan untuk lebih dini mempersiapkan diri dalam mengantisipasi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Tahun ini Sumsel harus bebas kebakaran hutan dan lahan, minimal diminimalisir sehingga kabut asap tidak terjadi," ujar Gubernur Herman Deru, di Palembang, Rabu (12/2/2020).

Ia mengatakan, Sumsel di tahun ini harus lebih intensif melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan agar tidak lagi ada kebakaran lahan di wilayah yang terdiri dari 17 kabupaten dan kota tersebut.

Bukan itu saja, kata dia, tetapi sesuai instruksi Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, dimana setiap kepala daerah harus bisa mengantisipasi dan mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing, termasuk di Sumsel.

Pada prinsipnya, pihaknya juga siap menjalankan apa yang menjadi harapan Presiden mengingat kondisi geografis Sumsel yang memang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan dan bencana alam lainnya.

"Setidaknya kami akan berjuang dan berharap agar di masa mendatang kebakaran hutan dan lahan dan bencana alam lainnya itu dapat kami antisipasi melalui upaya preventif, sehingga korban dampak bencana dan kerugian dapat diminimalisir," katanya.

Karenanya, Sumsel harus lebih siap tahun ini dalam menghadapi musim kemarau yang sangat berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apalagi, biasanya musim kemarau masuk pada bulan Maret, sehingga untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan tersebut harus dilakukan sejak dini.

Untuk itu, sebagai langkah persiapan Gubernur Herman Deru minta pelaksanaan apel untuk mengantisipasi penanganan kebakaran hutan dan lahan nantinya dilaksanakan di Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

"Saya meminta agar pencanangan antisipasi kebakaran hutan dan lahan atau apel siaga di Sumsel tidak lagi digelar di Griya Agung Palembang. Melainkan di Kebun Raya Sriwijaya," kata gubernur.

Hal itu, menurut dia, dikarenakan Kebun Raya Sriwijaya sangat tepat karena didukung dengan lokasi yang strategis dan luas. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top