Dua Terdakwa Penyuap Bupati Lampura Nonaktif Jalani Sidang Tuntutan



BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Candra Safari dan Hendra Wijaya Saleh, dua terdakwa selaku penyuap Bupati Lampung Utara nonaktif, Agung Ilmu Mangkunegara menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang Kelas 1A, Bandarlampung, Provinsi Lampung, Kamis (6/2/2020).

Dalam sidang yang diketuai majelis hakim Novian Saputra ini, Candra Safari selaku direktur CV Dipasanta Pratama terdakwa perkara dugaan suap fee proyek Dinas PUPR Lampung Utara dituntut dua tahun penjara. Sedangkan, Hendra Wijaya Saleh dituntut 30 bulan penjara.

"Terdakwa Hendra Wijaya Saleh terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana korupsi secara berkelanjutan," ujar JPU KPK, Ikhsan Fernandi, dalam persidangan di PN Tanjungkarang.

JPU KPK, Ikhsan Fernandi, dalam persidangan meminta kepada majelis hakim memutuskan terdakwa Hendra dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp200 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar mengganti dengan 6 bulan kurungan.

Menurutnya, tuntutan ini berdasarkan kesimpulan dari persidangan yang sudah berlangsung baik dari keterangan saksi maupun barang bukti yang ada. Dalam analisa yuridis bahwa JPU berpendapat dakwaan pertama relevan dengan perbuatan terdakwa.

Pertimbangan yang meringankan tuntutan, yakni terdakwa berbuat sopan dalam persidangan, mengakui perbuatannya, dan terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga. Sedangkan, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi.

Sementara, terdakwa Candra Safari dalam tuntutannya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, sehingga JPU KPK, Taufiq Ibnugroho, meminta supaya majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan terhadap tersangka Candra Safari.

"Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan," kata Taufiq.

Ia mengatakan, tuntutan ini berdasarkan kesimpulan dari persidangan yang sudah berlangsung, baik dari keterangan saksi maupun barang bukti yang ada. Pertimbangan yang meringankan tuntutan, yakni terdakwa berbuat sopan dalam persidangan, kooperatif sehingga persidangan lancar, dan belum pernah dihukum. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top