Bank Sumsel Babel Optimis Penyaluran KUR Capai Rp500 Miliar



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Dengan menggarap sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan perdagangan ritel, Bank Pembangunan Daerah Bank Sumsel Babel optimis pada 2020 penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp500 miliar dapat tercapai.

"Kami prediksi pertengahan tahun target itu sudah tercapai,” ujar Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel, Antonius Prabowo, di Palembang, Sabtu (29/2/2020).

Ia mengatakan, geliat penyaluran KUR saat ini telah terlihat. Walaupun baru awal tahun sudah tersalurkan sekitar Rp13 miliar. Hal ini juga didorong oleh kebijakan baru pemerintah, berupa penurunan suku bunga KUR yakni dari dari 7,0 persen menjadi 6,0 persen per Januari 2020.

Tak hanya penurunan suku bunga KUR, kata dia, pemerintah tahun ini juga meningkatkan plafon KUR menjadi Rp190 triliun atau naik 36 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp140 triliun. Sedangkan, pinjaman maksimum KUR Mikro juga ditingkatkan dua kali lipat dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta.

Menurutnya, salah satu sektor yang menjanjikan yakni pembiayaan peremajaan sawit karena pada 2019 sempat terhambat. BSB sudah mengalokasikan dana Rp100 miliar untuk program peremajaan kebun sawit bagi petani di Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Muara Enim.

Berdasarkan data, Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumatera Selatan tahun 2019 mencapai Rp3,18 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 77.711. Sebagian besar KUR disalurkan kepada debitur mikro, yakni 62.751 atau 80,75 persen dari total debitur sedangkan ritel 14.501 debitur.

Sementara, data yang dihimpun di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), jumlah penyaluran KUR terbesar, yakni pada sektor retail (kecil) sebesar Rp1,807 triliun atau 56,79 persen dari total KUR.


Kemudian, penyaluran KUR terbesar lainnya di sektor mikro dengan pinjaman maksimal Rp25 juta sebesar Rp1,37 triliun (43,08 persen) dan sisanya pada sektor KUR TKI. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top