Tokoh Adat Prihatin Soal Pembangunan dan Indikasi Rumdis Terbengkalai di Lamtim

Suttan Paku Alam

SUKADANA, IPHEDIA.com - Indikasi terbengkalainya sejumlah rumah dinas (Rumdis) pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, yang berlokasi di Jalan Abdi Negara, Desa Mataram Marga, Kecamatan Sukadana, dan berbagai pembangunan di daerah ini menjadi perhatian tokoh adat dan masyarakat serta anggota DPRD setempat.

Tokoh Adat Sukadana, Suttan Paku Alam mengatakan, indikasi terbengkalainya rumah dinas karena tidak ditempati itu sudah terjadi setelah dibangun 2001. "Hampir setiap ganti kepemimpinan, rumah-rumah dinas itu terbengkalai," kata Suttan Paku Alam, di Sukadana, Jumat (24/1/2020).

Ia mengatakan, tak hanya persoalan rumah dinas, secara umum Kabupaten Lampung Timur jauh tertinggal daripada kabupaten lain. Sejumlah pembangunan, menurutnya, tidak difungsikan dengan baik, mulai dari pintu gerbang, trotoar, taman kota, penerangan lampu jalan hingga tata kelola kebersihan. 

"Termasuk pintu gerbang Pemda itu, saya yang minta tapi tidak difungsikan. Itu mestinya dijaga, tapi ternyata tidak, apa kendalanya," urai dia.

Salah satu pejabat Pemkab Lamtim mengungkapkan, untuk biaya pemeliharaan dan perlengkapan lebih kurang 29 unit rumah dinas pejabat eselon II Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur itu hampir setiap tahun disinyalir dana yang dianggarkan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) mencapai miliaran rupiah.

"Dana sudah miliaran digelontorkan buat pemeliharaan rumdis masing-masing OPD di Lamtim, jumlahnya 29 dengan berbagai tipe, namun di sia-siakan," kata seorang pejabat di Pemkab Lamtim itu.

Menurutnya, diduga hampir tiap tahun ada anggaran untuk biaya pemeliharaan rumdis-rumdis tersebut. Tapi, tidak semua OPD menganggarkan dana untuk biaya pemeliharaan. Kalaupun dianggarkan nilainya berkisar antara Rp20-Rp30 jutaan per-OPD.

Tak hanya untuk biaya pemeliharaan gedung bangunan, ujar dia, indikasinya ada juga dana untuk biaya belanja barang, yaitu perabotan perlengkapan rumah dinas. "Belum lagi buat beli alat-alat rumah tangga, meja-kursi, kulkas, lemari, tv dan lain-lain," paparnya.


Melihat kondisi yang ada, sebelumnya Anggota DPRD Lamtim Fraksi Gerindra, Purwiyanto, sangat menyayangkan hal ini. "Saya sebagai wakil rakyat sangat menyayangkan kondisi ini. Bangunan yang dibangun dari uang rakyat yang tidak sedikit hanya mangrak tidak bermanfaat," ujarnya. (Ahmad Azohiri)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top