Tingkatkan Ekonomi Daerah, Sumsel Maksimalkan KEK Tanjung Api Api



SUMSEL, IPHEDIA.com - Untuk meningkatkan kegiatan ekonomi daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan akan memaksimalkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin.

"Prinsipnya kita mendorong. Namun, sebelum itu kita harapkan ada kesepakatan yang mendetail mengenai hak, tanggung jawab, dan tugas masing-masing pihak yang terkait dalam KEK ini," ujar Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, di Palembang, Selasa (14/1/2020).

Ia mengatakan, salah satu upaya untuk mendukung kesiapan KEK tersebut adalah melalui penguatan koordinasi dengan Pemkab Banyuasin terkait perizinan maupun kesiapan infrastruktur. Apabila sudah ada kejelasan terkait koordinasi, maka akan dirumuskan pembuatan kebijakan teknis lanjutan untuk kewenangan pemerintah daerah.
 

Untuk memaksimalkan pengembangan kawasan KEK Tanjung Api-Api, Pemprov telah menunjuk PT Tri Patria Abadi. Ia mengharapkan PT. Tri Patria Abadi ikut melibatkan BUMD-BUMD yang ada di daerah dalam proses pembangunan kawasan.

“Dalam hal ini, sebagai pemilik lahan, yaitu PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) dan PT Sei Sembilang,” kata Wagub Mawardi Yahya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Setda Provinsi Sumsel, Yohannes H Toruan mengatakan, rapat koordinasi sudah dilakukan sebagai tindak lanjut hasil pertemuan bersama Dewan Nasional KEK di Jakarta.

Hasil pertemuan itu telah menyetujui pembentukan konsorsium pengusul KEK Tanjung Api-Api dan mendorong penyusunan rencana aksi, AMDAL kawasan, studi kelayakan, yang akan disampaikan kepada Menko Perekonomian. Rapat juga diarahkan pada persiapan pengembangan Tanjung Api-Api dalam hal investor, refinery, alat berat dan penyediaan infrastruktur.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumsel, Megaria mengatakan, Pemprov Sumsel juga akan mengajukan revisi rencana pembangunan KEK, yang sebelumnya telah tertuang dalam PP Nomor 51 Tahun 2014, karena rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) telah selesai dan menyelesaikan proses AMDAL. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top