Sumatera Selatan Upayakan Peningkatan Kesejahteraan Anggota LVRI

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya

PALEMBANG, IPHEDIA.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan akan terus memperhatikan keberadaan LVRI Sumsel dan mengupayakan peningkatan bantuan kesejahteraan anggota Legiun Veteran RI di daerah ini melalui tali asih.

"Kita akan upayakan peningkatannya sebagai bentuk perhatian kita untuk membantu seluruh veteran Sumsel. Dalam waktu dekat mungkin dilakukan pendataan dan penataan ulang terkait bantuan tersebut," ujar Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya, di Palembang, Kamis (23/1/2020).

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel ke depan akan terus memberikan perhatian penuh kepada seluruh anggota LVRI Sumsel, khususnya terhadap kesejahteraan para pejuang kemerdekaan itu.

Salah satu bentuk perhatian kepada anggota LVRI Sumsel, Pemerintah Provinsi Sumsel akan mengupayakan peningkatan bantuan tali asih yang saat ini sudah berjalan sebesar Rp300 ribu per orang per bulan.

Menurutnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah membantu dan memperhatikan kesejahteraan para legiun veteran yang telah memberikan darma baktinya saat perang kemerdekaan RI dalam revolusi fisik sampai pembebasan Irian Barat, baik dalam ikatan kesatuan bersenjata resmi maupun kelaskaran.

Pihaknya juga mengharapkan dukungan, masukan, dan nasihat dari para LVRI Sumsel dalam melaksanakan pembangunan menuju "Sumsel Maju Untuk Semua".

"Yakinlah, Bapak Gubernur Herman Deru bersama saya akan terus memperjuangkan kemajuan Sumatera Selatan, karena kami memiliki kewajiban untuk itu, di antaranya dengan mengurangi angka kemiskinan," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD LVRI Sumsel, Dr Ramses PND, mengajak seluruh LVRI Sumsel tetap bersemangat memberikan dukungan terhadap kemajuan pembangunan di Sumatera Selatan agar semakin maju dan berkembang. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top