Rumdis Terbengkalai, Setdakab Sampaikan ke Bupati Lampung Timur

Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Lamtim, Syahruddin Putra

SUKADANA, IPHEDIA.com - Terkait terbengkalainya sejumlah rumah dinas di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Lamtim, Syahruddin Putra, akan menyampaikan laporan kepada Bupati Lampung Timur.

Selain itu, ia juga akan memberikan himbauan kepada sejumlah Kepala Organisasi Peringkat Daerah (OPD). "Perihal ini menjadi catatan serius bagi saya untuk segera disampaikan kepada Pak Bupati. Saya juga akan memberikan himbauan untuk semua OPD," tegas Setdakab Lamtim, Syahruddin Putra, di Sukadana, Jumat (31/1/2020).

Sebelumnya, terbengkalainya sejumlah rumah dinas (Rumdis) pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, yang berlokasi di Jalan Abdi Negara, Desa Mataram Marga, Kecamatan Sukadana, dan berbagai pembangunan di daerah ini menjadi perhatian tokoh adat dan masyarakat serta anggota DPRD setempat.

Tokoh Adat Sukadana, Zainal Abidin Gelar Suttan Paku Alam mengatakan, indikasi terbengkalainya rumah dinas karena tidak ditempati itu sudah terjadi setelah dibangun 2001. "Hampir setiap ganti kepemimpinan, rumah-rumah dinas itu terbengkalai," kata Suttan Paku Alam, di Sukadana, Jumat (24/1/2020) lalu.

Ia mengatakan, tak hanya persoalan rumah dinas, secara umum Kabupaten Lampung Timur jauh tertinggal daripada kabupaten lain. Sejumlah pembangunan, menurutnya, tidak difungsikan dengan baik, mulai dari pintu gerbang, trotoar, taman kota, penerangan lampu jalan hingga tata kelola kebersihan.

"Termasuk pintu gerbang Pemda itu, saya yang minta tapi tidak difungsikan. Itu mestinya dijaga, tapi ternyata tidak, apa kendalanya," urai dia.
 

Tokoh adat sekaligus tokoh masyarakat Sukadana sebelumnya juga pernah menyoroti dan menyampaikan persoalan pembangunan di Kabupaten Lampung Timur kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur pada 14 Maret 2016 silam. (Ahmad Azohiri)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top