RSUD Pesawaran Diduga Dikorupsi, Negara Dirugikan Rp4,89 Miliar



BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menetapkan tiga tersangka dan menaikkan perkara dugaan korupsi pembangunan RSUD Pesawaran tahun anggaran 2018 yang merugikan negara mencapai Rp4,89 miliar ke tahap penuntutan.

"Ketiganya terlibat dalam tindak pidana korupsi pengadaan gedung rawat inap, lantai II dan lantai III," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, saat ekspos di Mapolda Lampung, Bandarlampung, Rabu (15/1/2020).

Ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu, yakni Raden Intan Putra, ASN Pemkab Pesawaran yang juga kepala Puskesmas Tegineneng yang berperan sebagai PPK, Taufiq Urahman Direktur PT Asri Faris Jaya selaku kontraktor, dan Julian sebagai Konsultan Pengawas, dari CV Pandu Jaya.

Ia mengatakan, saat ini berkas perkara ketiganya sudah lengkap atau P21. Dengan lengkapnya berkas tersebut akan dilakukan pelimpahan berkas perkara.

Ketiganya diduga korupsi pembangunan gedung rawat inap, lantai II dan lantai III, dengan nilai pagu anggaran Rp33,81 miliar, lelangnya sudah dikondisikan, dan pembangunannya diduga tidak sesuai dengan teknis RAB.

Dari hasil audit BPK RI sebagai keterangan ahli ditemukan kerugian negara RP4,89 miliar. Polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sisa kasus tersebut sebesar Rp590 juta, empat HP, dan dokumen yang berkaitan dengan proyek. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top