-->

Realisasikan Jembatan Endikat dan Lematang, Gubernur Sumsel Temui Menhub



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Untuk mengurangi potensi kecelakaan yang sering terjadi, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menemui Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, agar dapat merealisasikan jembatan Endikat dan Lematang Pagaralam.

"Kami mengusulkan kepada Menhub agar dibangun jembatan di sekitar lokasi kecelakaan bus naas lalu. Saya ingin agar Endikat ini bisa dibangun seperti Kelok 9 di Sumatera Barat," ujar Gubernur Sumsel dalam keterangannya, di Palembang, Selasa (7/1/2020).

Ia mengatakan, pihaknya telah meminta kajian teknis dari Kementerian Perhubungan untuk mendorong ke Kementerian PUPR agar jembatan Endikat segera dibangun. "Paling tidak nanti di wilayah tersebut bisa mempersingkat rute dan memperlandai konturnya," katanya.

Selain jembatan Endikat, pihaknya juga mengusulkan jembatan Lematang. "Iya, dua-duanya kita ajukan dan usulkan, Endikat dan Lematang. Sebab ini sebelumnya sudah pernah kita usulkan, dan masuk dalam kebijakan strategis nasional," ujarnya.

Seperti diketahui, keinginan pembangunan Jembatan Lematang itu kembali mencuat pasca terjadi kecelakaan maut Bus Sriwijaya di liku Lematang pada 23 Desember lalu yang menewaskan hingga 35 orang.

Kepada Menhub, Gubernur Sumsel juga mengusulkan pemindahan Pelabuhan Boom Baru Palembang ke Tanjung Api Api dan kewenangan aliran sungai di daerah Sumsel. Dari empat usulan yang diajukan, HD menjelaskan semuanya ditanggapi dengan baik oleh Kementerian Perhubungan, ada yang segera mendapat solusi, ada juga yang masih membutuhkan kajian lebih lanjut.

Sementara Menhub berjanji segera mengupayakan. Terkait percepatan pemindahan Pelabuhan Boom Baru ke Pelabuhan TAA sekaligus pengembangannya, Menhub menyarankan agar dapat dilakukan tender ataupun dikompetisikan.

"Bisa dilakukan kerja sama antara pemerintah dan swasta. Kalau Kementerian Keuangan sendiri cenderung untuk melibatkan swasta, sehingga tidak sepenuhnya memakai dana APBN. Akan lebih baik lagi skema pembiayaannya antara swasta dan investor," jelasnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top