-->

Ratusan Ribu Hektar Kawasan Hutan di Bangka Belitung Rusak

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan

SUNGAILIAT, IPHEDIA.com - Melalui Dinas Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mencatat seluas 200.000 hektar (ha) dari 657.000 hektar kawasan hutan di provinsi ini mengalami kerusakan.

"Dari total 657.000 hektar kawasan hutan terdapat 200.000 hektar hutan atau sepertiganya mengalami kerusakan akibat berbagai kegiatan," ujar Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan, di Sungailiat, Selasa (7/1/2020).

Ia menyebutkan, total luas kawasan hutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tersebar di seluruh daerah tersebut mencakup kawasan hutan koservasi, hutan lindung dan hutan produksi.

"Kerusakan pada kawasan hutan itu dapat mengakibatkan ancaman masalah sosial, seperti banjir pada saat musim penghujan atau kebakaran hutan saat musim kemarau," katanya.

Pihaknya menargetkan setiap tahunnya melakukan penanaman pohon di atas area hutan seluas 1.000 hektar untuk menyeimbangkan kawasan hutan agar tetap terjaga kelestariannya.

Di samping melakukan penanaman pohon, pihaknya melibatkan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat guna memberikan edukasi pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan.

"Saya optimistis kawasan hutan dapat dikembalikan seperti semula dengan melibatkan peran kesadaran masyarakat di seluruh daerah," ujarnya.

Penyebab kerusakan kawasan hutan itu, jelas dia, diduga akibat berbagai kegiatan ilegal seperti penembangan pohon secara liar, penambangan biji timah ilegal dan kegiatan lain yang dapat merusak hutan.

"Penanganan dan menjaga kelestarian kawasan hutan harus dilakukan terpadu seluruh unsur termasuk pihak swasta dan masyarakat," jelasnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top