Presiden Jokowi Instruksikan TNI Jemput WNI di Hubei, China



JAKARTA, IPHEDIA.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), melalui juru bicaranya, Fadjroel Rachman, memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengirimkan prajuritnya menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

"Sejak merebaknya kasus tersebut, KBRI telah menyampaikan kepada Menlu selalu berkoordinasi dengan WNI di Hubei, terutama yang berada di Kota Wuhan," kata Fadjroel di ruang Pers Istana Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Meski masih di-lockdown, TNI siap dikerahkan menjemput tapi belum ada keputusan apakah akan menggunakan pesawat TNI atau sipil. Adapun opsi untuk proses evakuasi tersebut rencananya akan menggunakan tiga pesawat milik TNI sejenis Hercules untuk sekali pemberangkatan, atau menggunakan pesawat sipil yang membutuhkan lebih dari satu kali pemberangkatan.

Dilaporkan, sebanyak 243 WNI berada di Kota Xianing, Huangxi, Xiangian, dan Xian Provinsi Hubei. Sementara itu, Persatuan Pelajar Indonesia Tiongkok yang berada di Kota Wuhan, China mengklaim 93 orang mahasiswa dan WNI masih berada di Kota Wuhan.

Walaupun diklaim tidak terdeteksi virus corona, Presiden menginstruksikan seluruh kementerian terkait untuk meningkatkan kemampuannya dalam merespon pencegahan dan mendeteksi wabah penyakit pandemik global melalui teknik nuklir, biologi, dan kimia.

"Ratas terus dilakukan melalui koordinasi berdasarkan instruksi Presiden no 4 tahun 2019 tentang peningkatan kemampuan dalam mencegah mendeteksi dan merespon wabah penyakit pandemik global dan kedaruratan nuklir biologi dan kimia." kata Fadjroel.

Sebagai persiapan menerima WNI di Tanah Air, Presiden melalui Inpres No 4 tahun 2019 menginstruksikan sekitar 20 Kementerian terkait evakuasi tersebut. Kementerian Kesehatan RI telah menyiapkan sejumlah rumah sakit yang dilibatkan guna mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Menurut Fadjroel, kendala penjemputan WNI di Provinsi Hubei, di antaranya tujuh akses transportasi dari dan menuju Kota Wuhan masih ditutup. Sehingga proses negosiasi antara Kementerian Luar Negeri RI dengan pemerintah Tiongkok masih terus dilakukan.

"Kami berharap karena ini hubungan antar negara antar pemerintah Indonesia dan Tiongkok, jadi tidak semudah seperti berurusan antar provinsi di Indonesia apalagi terkait merebaknya virus corona," ujar Fadjroel.

Sambil menunggu proses evakuasi, Pemerintah Indonesia mengirimkan dana Rp133,2 juta untuk kebutuhan logistik WNI di wilayah karantina Provinsi Hubei. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top