Modus Beri Jam Pelajaran Tambahan, Oknum Guru SLB Cabuli Siswinya

Ilustrasi

GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Imam Afandi (30) oknum guru sekolah luar biasa (SLB) di Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, mencabuli SA (17) siswi kelas VII SMP LB yang berkebutuhan khusus (tunarungu) yang juga siswinya hingga berulang kali.

Aksi bejat oknum guru SLB itu dilakukannya dengan modus memberikan jam pelajaran tambahan (ekstrakurikuler) komputer kepada korban SA. Dengan bujuk rayu, pelaku Imam berhasil mencabuli korban. Kepada korban, Imam mengancam supaya tidak memberitahukan kepada orang lain.

Perbuatan amoral oknum guru itu terkuak setelah kakak korban memeriksa ponsel SA. Sang kakak mendapati chat mesum oknum guru yang mengirimkan chat video porno.

Atas kejadian itu, kakak korban kemudian melapor ke ayahnya. Karena kesal dengan adanya chat dan korban mengaku kalau sudah dicabuli pelaku, ayah korban Jaesudin (52) kemudian melapor ke unit PPA Polres Lampung Tengah.

Mendapat laporan keluarga korban, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lampung Tengah melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku dikediamannya Kampung Tanggul Angin, Kecamatan Punggur, Kamis (23/1/2020) lalu sekira pukul 17.00 WIB.

Kasatreskrim AKP Yuda Wiranegara, mendampingi Kapolres Lamteng, AKBP I Made Rasma mengatakan, aksi pelaku sudah dilakukan sejak April 2019 hingga November 2019 lalu.

"Perbuatan persetubuhan itu dilakukan pelaku Imam Afandi di ruang kelas, saat semua guru dan siswa sudah pulang sekolah, sekira pukul 14.00 WIB," ujar Kasatreskrim AKP Yuda Wiranegara, di Gunungsugih, Minggu (26/1/2020).

Atas perbuatannya, pelaku Imam Afandi dijerat dengan Pasal 81 Jo 76 E dan pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top