-->

Masyarakat Pertanyakan Perkembangan Laporan Korban Dugaan Asusila

Sularso, kakek korban

SUKADANA, IPHEDIA.com - Tokoh masyarakat Desa Nabang Baru, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, mempertanyakan perkembangan hasil penyelidikan atas laporan keluarga korban --sebut saja namanya Mawar (14) atas dugaan kekerasan seksual di Kepolisian Resort (Polres) Lampung Timur.

"Kami mempertanyakan perkembangan masalah asusila Mawar (nama samaran, Red)," kata Wahono, tokoh masyarakat Desa Nabang Baru, Selasa (21/1/2020).

Korban dugaan kekerasan seksual tersebut merupakan anak di bawah umur dan mengalami keterbelakangan mental. Pihak keluarga telah melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resort Lampung Timur bersama Sularso berstatus sebagai kakeknya yang menjadi saksi, pada Rabu (11/12/2019) lalu.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lampung Timur, Rita Witriati mengatakan, perihal tersebut telah ditindaklanjuti petugas yang membidanginya.

"Terimakasih infonya, sudah ditindaklanjuti oleh bidang yang bersangkutan," kata Rita melalui aplikasi WhatsAppnya, di Sukadana, Rabu (22/1/2020).

Diketahui, saat melapor, korban didampingi Kasi PPPA Dinas PPPA Kabupaten Lampung Timur, G. Triyanti, dan Devisi Hukum Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur, Dian Ansori, sebagai Tim Anti Penjahat Kelamin.

Meski demikian, Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) belum diterima oleh korban maupun saksi hingga kini. (azzohirri.za)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top