Masyarakat Diminta Waspada Bencana Alam di Musim Hujan



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Untuk mengantisipasi jatuh korban dan kerugian lainnya yang besar, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengimbau seluruh lapisan masyarakat di daerah itu untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadi bencana alam pada musim hujan sekarang ini.

"Sumatera Selatan rawan akan banjir dan longsor sehingga bila musim penghujan maka harus selalu waspada," ujar Gubernur Herman Deru, di Palembang, Sabtu (11/1/2020).

Gubernur mengimbau masyarakat untuk tetap tenang meskipun selalu waspada terkait dengan banjir dan tanah longsor di beberapa titik di Sumsel. Ia meminta kepada semua pemerintah kabupaten dan kota di provinsi itu untuk peka terhadap ancaman bencana alam di musim hujan saat ini.

Terlebih, ujar dia, sekarang telah terjadi banjir dan longsor di Kabupaten Lahat dan Pagaralam sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan. Pemerintah Provinsi Sumsel akan membantu penanganan bencana alam di daerah itu sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri.

Herman Deru menyebut, sebelumnya Mendagri sudah mengirim telegram kepada pemerintah provinsi terkait dengan penggunaan dana tidak terduga untuk mengatasi bencana. Mengenai jumlah dana tersebut tidak terbatas.

"Jadi, kalau ada yang memang perlu, pemerintah provinsi siap membantu. Kalau kabupaten dan kota tidak mampu, pemprov siap membantu," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Heriansyah mengatakan, provinsi setempat memiliki dataran rendah dan tinggi, yang saat musim hujan rawan terjadi bencana.

"Didataran tinggi, bila hujan secara lama maka bisa saja terjadi longsor sehingga kewaspadaan harus diutamakan. Begitu juga dataran renda, bila musim penghujan maka rawan akan terjadi banjir sehingga harus berhati-hati," ujarnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top