Kontraktor Penyuap Bupati Muara Enim Dituntut 3 Tahun Penjara



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Direktur PT Indo Paser Beton dan CV Ayas & Co, Robi Okta Fahlevi (35), kontraktor terdakwa penyuap Bupati Muara Enim nonaktif dalam kasus suap 16 paket proyek jalan dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp250 Juta subsider 6 bulan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (14/1/2020).

"Terdakwa terbukti melakukan pemufakatan suap dengan sadar dengan harapan terus mendapat proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. Unsur perbuatan pidana membuat penyelenggara negara agar berbuat sesuatu dengan menjanjikan sesuatu terbukti secara sah dan meyakinkan," terang JPU KPK, Roy Riadi, saat persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang yang dipimpin hakim Bongbongan Silaban tersebut.

Dalam persidangan, Robi mengakui telah memberikan uang senilai Rp12,5 miliar kepada terdakwa Elfin M.Z. Muchtar selaku Kabid Jalan Dinas PUPR Muara Enim yang kemudian dikirim secara bertahap kepada Bupati Muara Enim (nonaktif) Ahmad Yani sebagai komitmen fee sebesar 10 persen dari total nilai proyek yakni Rp130 miliar.

Tak hanya itu, ia juga mengakui memberikan secara langsung sejumlah uang kepada Wakil Bupati Muara Enim, Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim dan Pokja Lelang yang totalnya 5 persen dari nilai proyek.

Menurutnya, komitmen fee dengan total 15 persen tersebut bertujuan agar terdakwa mendapatkan 16 paket proyek jalan dari dana aspirasi DPRD Kabupaten Muara Enim Tahun 2019 di Dinas PUPR Muara Enim.

Dalam tuntutan persidangan, perbuatan terdakwa melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menjadi pemberat dalam tuntutan. Adapun yang meringankannya, terdakwa bersikap sopan dan kooperatif selama persidangan serta terdakwa tidak pernah berbuat pidana sebelumnya.

Atas tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Niken Susanti, mengajukan pledoi dan sidang akan dilanjutkan pada hari Selasa (21/1/2020) atau pekan depan. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top