Kejagung Tetapkan Lima Tersangka Dugaan Korupsi di Jiwasraya

Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim, mengenakan rompi tahanan di Kejaksaan Agung, Selasa (14/1/2020). (Foto: ANTARA)

JAKARTA, IPHEDIA.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan lima orang setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Jiwasraya, Selasa (14/1/2020).

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Adi Toegarisman menjelaskan, penetapan para tersangka telah berdasarkan alat bukti dan juga berlandaskan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Kami tetapkan Primer Pasal 2 dan subsider Pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ujar Adi Toegarisman di Kejaksaan Agung.

Meski begitu, Adi enggan menyebutkan peran dari masing-masing tersangka. Begitu juga dengan jumlah kerugian negara. Alasannya, karena semua itu masih dalam proses pemeriksaan selama 20 hari ke depan. Kelima tersangka ditahan di rumah tahanan secara terpisah.

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) itu berpandangan, penahanan tersebut dilakukan karena khawatir kelimanya melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mempengaruhi para saksi dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp13,7 triliun ini.

Kelima tersangka ditahan di tempat berbeda. Mereka adalah Dirut PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro, yang ditahan di Rutan KPK, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram), Heru Hidayat, ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.

Kemudian, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo, di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim, ditahan di Pomdam Jaya Guntur, dan eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan pada PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan, ditahan di Rutan Cipinang. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top