Kasi PHU Kemenag Lamtim Diduga Kurang Tegas Urusi Biaya Medical Checkup CJH



SUKADANA, IPHEDIA.com - Mahalnya tarif biaya medical checkup yang dikeluhkan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, sebesar Rp750 ribu per jemaah, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Ahmad Tsauban, mengaku belum mengetahuinya.

Untuk itu, Ahmad Tsauban akan menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur dan Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Lampung Timur.

"Kuota CJH Kabupaten Lampung Timur tahun 2020 berjumlah lebih kurang 670. Karena belum ada rilis resmi dari pusat, perkiraan 670, inikan bisa berkembang dan sampai nanti pemberangkatan bisa bertambah, bisa berkurang karena belum melaporkan semuanya, belum final," katanya, di Sukadana, Rabu (22/1/2020).

Ia juga menerangkan tentang standar operasional prosedur (SOP) checkup medical CJH di 10 Puskesmas yang ditunjuk. CJH dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana bagi yang butuh penanganan khusus.

"Cek kesehatan itu sekarang ada kebugaran, paling nggak tiga kali itu, cek kesehatan awal, Puskesmas yang ditunjuk. Nanti kalau ada yang dirujuk ke rumah sakit, umpama ada penyakit-penyakit tertentu yang perlu penanganan khusus," tambah Kasi PHU Kantor Kemenag Lamtim itu.

Tentang nilai tarif pemeriksaan kesehatan dan kebugaran CJH, Tsauban menyebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur yang mengetahui. Ia merasa tidak mengetahui sebab tidak ada laporan atau pemberitahuan kepadanya.

"Itu Dinas Kesehatan yang tahu, karena dulu yang menangani Dinas Kesehatan saya juga nggak tahu. Mereka nggak menyampaikan informasi ke kita, ada aturannya kok itu biasanya Perbup," ujarnya.

Adanya keluhan CJH yang merasa keberatan biaya pemeriksaan kesehatan dengan nilai sebesar Rp750 ribu, Ahmad Tsauban akan bertanya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur dan konfirmasi Ketua Pengurus KBIH Yayasan Jabal Rahmah Kabupaten Lampung Timur.

"Nah, itu kita yang nggak tahu. Nanti saya tanya Dinas Kesehatan, terus kita konfirmasi ke pihak KBIH, karena memang ada aturan baru harus tes kebugaran segala itu, ini mungkin biaya nambah ke sana," katanya.

Tapi, hingga Senin kemarin (20/1/2020), Ahmad Tsauban, Kasi PHU Kantor Kemenag Lamtim belum menanyakan ke Kepala Dinas Kesehatan Lamtim terkait tarif untuk biaya medical checkup CJH.


"Belum, belum ada," ujar Nanang Kadiskes Lamtim, Senin (20/1/2020) pukul 13.00 WIB diruang kerjanya.

Sementara itu di Kabupaten Nunukan, Kementerian Agama (Kemenag) Nunukan mengakui ada laporan keberatan dari calon jemaah haji (CJH) soal biaya pemeriksaan kesehatan yang dibebankan.

Namun, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Sarifuddin memastikan, demi pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji tidak dipungut biaya.

“Sebenarnya kalau kesehatan haji itukan nggak perlu bayar, kalau cuma periksa kesehatan tanpa dirontgen tanpa keseluruhan itu ya gratis aja sih. Kecuali risiko tinggi, tapi dilihat seberapa tinggi risikonya,” kata Sarifudin.

“Tolong kalau tidak berisiko tinggi tidak perlu diperiksa menyeluruh. Cukup divaksin saja,” ujar Sarifuddin mengimbau kepada pihak rumah sakit. (zhr)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top