-->

Kadiskes Lamtim Perintahkan Kembalikan Kelebihan Biaya Medical Checkup CJH



SUKADANA, IPHEDIA.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur, Nanang Salman, memerintahkan kepada puskesmas di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, untuk mengembalikan dugaan kelebihan biaya medical checkup ke calon jemaah haji (CJH) setempat.

"Hari ini saya memanggil semua kepala puskesmas yang memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji di Lampung Timur, membahas teknis pemeriksaan dan berapa biaya di puskesmas dan juga di rumah sakit bagi calon jemaah haji," kata Nanang, di Sukadana, Senin (20/1/2020).

Ia memanggil 10 kepala puskesmas di Kabupaten Lampung Timur itu membahas tentang teknis pemeriksaan kesehatan berikut tes kebugaran dan besarnya nilai tarif, baik di puskesmas maupun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana terhadap lebih kurang 670 CJH se-Kabupaten Lampung Timur.


Selain rapat, kata dia, pihaknya berkonsultasi dengan Kepala Bagian Hukum Kabupaten Lampung Timur. Puskesmas mengacu kepada Peraturan Bupati Kabupaten Lampung Timur Nomor 10 Tahun 2019. "Karena Puskesmas sudah BLUD, maka mengacu kepada Perbup Nomor 10 Tahun 2019," katanya.

Menurutnya, bila mengacu Permendagri Nomor 79 Tahun 2018, karena Puskesmas yang sudah BLUD, maka setiap pelayanan perlu diadakan aturan dengan dibuatkan aturan hukum Perkada, yang di Kabupaten Lampung Timur adalah Peraturan Bupati (Perbup) Lampung Timur.

Sesuai rencana, untuk pemeriksaan kesehatan di RSUD Sukadana dilakukan pemeriksaan 1 minggu setelah pemeriksaan pertama di puskesmas. Terdapat 10 Puskesmas se-Kabupaten Lampung Timur yang melaksanakan pemeriksaan kesehatan lebih kurang 670 CJH Lampung Timur tersebut.


Kesepuluh puskesmas itu, masing-masing Puskesmas Sukadana, Purbolinggo, Way Jepara, Sribawono, Labuhan Meringgai, Way Mili, Sekampung Udik, Sekampung, Batanghari dan Pekalongan. Untuk pemeriksaan kesehatan CJH di RSUD Sukadana tetap mengeluarkan biaya sesuai Perda, akan tetapi bukan biaya tes kebugaran sesuai Perbup.

Ia menyebut, tes kebugaran di puskesmas biayanya Rp125 ribu, dan dilakukan sebanyak 2 kali sehingga biayanya Rp250 ribu. Pemeriksaan kesehatan di puskesmas di bawah Rp300 ribu karena sesuai dengan item tarif Perbup yang mampu dikerjakan di puskesmas.

Terkait hal ini, Kadiskes Lamtim, Nanang Salman, diduga meminta kepala Puskesmas Sukadana agar kembalikan uang kepada CJH lebih kurang Rp29 juta. Uang itu diduga kelebihan pembayaran dari 116 orang CJH yang melakukan medical checkup di Puskesmas Sukadana, dan rencananya uang tersebut akan dikembalikan saat CJH melakukan pemeriksaan tahap selanjutnya. (ri/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top