Jelang Imlek di Pangkalpinang Harga Bahan Pokok Stabil dan Tidak Alami Kenaikan



PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Menjelang Tahun Baru Imlek 2571, harga bahan-bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih stabil karena pasokan relatif cukup.

"Harga bahan-bahan kebutuhan pokok masih stabil dan tidak ada kenaikan sama sekali meskipun kebutuhan masyarakat sedikit meningkat," ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Kota Pangkalpinang, Eka Subehi, di Pangkalpinang, Jumat (24/1/2020).

Ia menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bahan-bahan kebutuhan pokok, seperti gula, beras dan minyak goreng di gudang masih cukup hingga dua bulan ke depan sehingga tidak ada yang naik.

Menurutnya, harga bahan pokok menjelang Imlek tidak akan mengalami kenaikan selama pengirimannya lancar dan persediaan di gudang masih mencukupi. Selain itu, untuk harga bahan kebutuhan pokok lainnya juga tidak mengalami kenaikan dan masih sama dengan hari-hari sebelumnya.

"Kami belum bisa memastikan kapan harga bahan-bahan pokok tersebut mengalami kenaikan, namun diperkirakan selama persediaan masih cukup dan distribusinya lancar,  harga tidak akan mengalami kenaikan," ujarnya.

Berdasarkan pantauan pihaknya, harga kebutuhan pokok masih normal, seperti harga gula pasir Rp14.000 per kilogram, minyak goreng Rp11.000 per kilogram dan beras medium Rp12.500 per kilogram.

Sementara, untuk cabai merah biasa dan cabai merah keriting masih tetap seperti pekan lalu masing-masing dari Rp45.000 per kilogram dan cabai rawit merah masih bertahan di harga Rp75.000 per kilogram.

Untuk cabai rawit hijau turun Rp52.500 menjadi Rp50.000 per kilogram, daging ayam boiler Rp29.000 per kilogram dan daging sapi Rp120.000 per kilogram. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top