Guru Besar PBI: Hati-hati Penipuan Berkedok Ilmu Laduni Sunan Kalijaga

Mukti Nur Ali

BANDUNG, IPHEDIA.com - Guru Besar Perisai Bathin Indonesia (PBI), Yuli Mulyana, mengimbau masyarakat Indonesia untuk berhati-hati atas penipuan berkedok pengisian dan pengetesan ilmu laduni Sunan Kalijaga.

Yuli mengungkap, penipuan tersebut dilakukan oleh Mukti Nur Ali dengan modus mendirikan sejumlah perguruan bela diri di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda, mengklaim sebagai pemilik sekaligus Mahaguru ilmu laduni Sunan Kalijaga, dan mencatut nama Guru Besar PBI.

"Kami perlu mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati, sebab belakangan ini banyak terjadi penipuan berkedok pengisian dan pengetesan ilmu laduni Sunan Kalijaga, terutama yang dilakukan oleh Saudara Mukti Nur Ali," tegas Yuli Mulyana, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/1/2020).

Yuli Mulyana mengakui bahwa Mukti Nur Ali adalah adik kandungnya. Tapi, dirinya tidak membenarkan siapa pun menipu masyarakat dengan mengatasnamakan ilmu laduni Sunan Kalijaga. Sebab menyangkut nyawa orang banyak.

Yuli menambahkan, bahwa dirinya selaku Guru Besar PBI bersama Ketua PBI, Ahmad Saripudin, sudah memperingatkan Mukti Nur Ali agar menghentikan aktivitasnya yang merugikan masyarakat. Namun, peringatan itu tidak diindahkan, sebaliknya malah semakin menjadi-jadi.

Agar terhindar dari penipuan dengan modus serupa, Yuli Mulyana menyarankan masyarakat untuk memastikan cabang ilmu laduni Sunan Kalijaga di Indonesia, di situs resmi perisaibathinpusat.com. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
14 comments:
Write comment
  1. masak karena kalah dalam persaingan jadi begitu.adik sendiri di fitnah mati2an..eh logikanya kenap banyak anggota PBI yg keluar dan pindah haluan...mikir mikir dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya betul sekali, fitnah lebih kejam dari membunuh.
      Kita semua tidak merasa tertipu malah sebaliknya merasa kan keilmuan nya kang Guru Mukti Nur Ali.

      Delete
    2. Software smartphone akun abal-abal, pemilik tidak jelas. Anda sendiri tidak bisa dipercaya, nama dan alamat tidak jelas. Kalau perlu saya datangi

      Delete
  2. Adik nya sendiri terus di fitnah .sama seorang guru besar .logika nya .saya mantan PBI beralih skarang .karna yang menilai bukan hanya masyarakat tapi kami mantan murid2 PBI .merasakan langsung . Saya yakin masyarakat indonesia khususnya jawa barat ,sudah dapat memilih .benar dan salah yang mana .satu hal buat berita ini hanya pencitraan semata .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akun Bathhin, sama juga tidak berani mensmpakjan diri, nama dan alamat tidak jelas. Kalau jelas saya datangi. Tanda akun pengecut

      Delete
    2. Ya karna setres... Baru belajar ilmu bentar saja sudah jadi gubes..... Semua itu butuh proses lama bertahun tahun.... Puasa aja gak e tau kluar jadi gubes besar...

      Delete
    3. kan lu sendiri akunnya gak jelas

      Delete
  3. Astagfirullah Hal'adziim..
    Adik sendiri terus terusan di fitnah di mana logikanya seorang guru besar!
    Sangat memalukan seorang guru besar PBI sendiri.
    Demi Alloh ini fitnah .
    Alloh maha tau atas segala perbuatan hamba-hamba Nya yang berbuat dzolim.

    ReplyDelete
  4. GURU BESAR CUMA NAMA.tak ada yg hebat di dunia ini.kalau anda merasa hebat coba saja ketika nanti mau mati pegangi nyawa erat2 jgn boleh pergi meninggalkan tubuh dhoif itu..sehebat apapun orang kalau laper pasti lemes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanda anda tidak pernah puasa, mengaku bisa mengisi jarak jauh mahaguru, tapi puasa saja tidak tahu fungsinya. Anda sudah puasa berapa tahun? Dari gaya bahasa saya tahu anda yang nangis didatangi ya..

      Delete
    2. Itu alamatnya dari jepara belakang terminal bangsri jepara 200 meteran..

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Kalau gak terima lapor polisi saja gan gak usah banyak omong buktiin kalau bener asli ilmunya di depan polisi biar jelas mana yang bener.... Kita kan negara hukum kalau gak terbukti bisa nuntut... Lapor polisi saja..

    ReplyDelete
  7. kalau semua menyadari ini asli ilmu ALLAH kenapa harus di klaim ilimu ini milik seseorang saja.terutama orang2 PBI yg mengaku pencetus ilmu laduni pertama kali.apakah itu sudah menyalahi aturan dari PBi sendiri.asah asih asuh yg di gemboe2kan dimana kasla hanya sekedar ujung2 nya cuma urusan duit saja bikin ribut antar saudara sendiri

    ReplyDelete

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top