Dubes Dakkar-Senegal Sebut Afrika Pasar Potensial Bagi Pariwisata Bangka Belitung



PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Untuk memasarkan dan mengembangkan pariwisata dan potensi daerah, Duta Besar Republik Indonesia untuk Dakkar-Senegal, Mansyur Pangeran mengatakan, Afrika merupakan pasar potensial bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

"Untuk mempromosikan keindahan wisata Bangka Belitung setidaknya ada sekitar 54 negara di Benua Afrika," ujar Dubes Mansyur Pangeran, di Pangkalpinang, Sabtu (4/1/2020).

Ia mengatakan, sebagai duta besar Dakkar - Senegal yang membawahi sekitar 8 negara di Afrika Barat tidak hanya bertugas mengurusi masalah diplomatik atau sebagai perwakilan sebuah negara saja, tetapi juga menjadi Indonesian Promotions Centre (IPC) mempromosikan potensi pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata dan lainnya ke dunia internasional.

"Saya sangat kagum sekali dengan keindahan wisata alam di Bangka Belitung dan ini sangat berpotensial untuk dipasarkan di Afrika," katanya.

Saat ini, kata dia, negara-negara Afrika sedang menggencarkan pengembangan pariwisata untuk mendukung perekonomian masyarakat di benua tersebut.

"Jika hal ini bisa terwujud, maka negara-negara di Afrika akan menjadi pasar potensial bagi Babel dalam mengembangkan pariwisata dan kunjungan wisatawan ke Bangka Belitung," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dubes Republik Indonesia untuk Dakkar-Senegal untuk mempromosikan potensi daerah ini.

"Kita saat ini melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan potensi sumberdaya yang dimiliki Babel dari segi pertanian dan perkebunan, kelautan dan perikanan, sumber daya mineral hingga potensi pariwisata yang dimiliki," jelas Wagub Abdul Fatah. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top