-->

Diduga Oknum Kades Jaya Guna dan 3 Orang Lainnya Serobot Tanah Warga



SUKADANA, IPHEDIA.com - Syafrudin Syah warga Kota Metro mengaku tanah pekarangan miliknya seluas lebih kurang 2.400 meter persegi di Desa Jaya Guna, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, diduga diserobot oknum Kades Jaya Guna dan 3 orang lainnya.

Asal-usul tanah pekarangan rumah itu sebelumnya seluas 1 hektar atas nama Purnawirawan Peltu Hadi Sunyoto, yang merupakan Proyek Transmigrasi Kepolisian Republik Indonesia di Desa Jaya Guna Sukaraja, Kecamatan Sukadana, sesuai surat Kepala Sub Proyek Trans/Voctra Polri Lampung pada April 1976 silam untuk tanah peladangan dan rumah.

Kemudian, tanah itu dijual Hadi Sunyoto ke Syafrudin Syah seluas 5.000 meter persegi dengan harga Rp2 juta untuk tanah pekarangan rumah sesuai bunyi dalam surat keterangan tanah (SKT) tertanggal 5 Juli 1997 dan diketahui Kepala Desa Jaya Guna, Wahyudi Ramlan.

Selanjutnya, Syafrudin Syah memberikan surat kuasa ke Syamsul Wahyudi, tertanggal 21 September 2011 untuk mengurusi tanah pekarangan rumah itu. Ternyata, tanah itu diduga telah di kapling-kapling oleh Margono (alm) mantan Kepala Desa Jaya Guna dan terindikasi bekerjasama dengan Basuki dan penerus jabatan berikutnya, Herman dan Manyul.

"Saya diberi kuasa Pak Syafrudin pada 21 September 2011. Seminggu kemudian kami berenam ke lokasi. Ternyata, tanah itu sudah di kapling-kapling oleh Margono sama Basuki. Kami cari akhirnya Margono ketemu. Tapi, Margono ngelempar ke Basuki, mereka saling lempar," ungkap Syamsul, seperti keterangannya yang dikutip Senin (27/1/2020).

Sementara, Darti warga Desa Jaya Guna mengatakan membeli tanah pekarangan rumah seluas 1.000 meter persegi melalui Syamsul Wahyudi. Selebihnya, tanah itu telah di kapling-kaplingkan oleh Margono (alm), Basuki, Manyul (alm) dan Herman. Margono adalah mantan Kepala Desa Jaya Guna sedangkan Basuki kini masih aktif.

"Kalau aku asal-usul tanah pekarangan aku beli dari pak Syamsul, tanah ini sudah dibelinya semua, terus disita sama orang-orang itu, tiba-tiba di kapling-kapling, saya nggak dikasih tahu," ungkap Darti, istri Supomo, Minggu (26/1/2020).

Ia mengatakan, tanah yang diduga diserobot keempat orang oknum tersebut kemudian berpindah tangan dengan cara diperjualbelikan.

"Ini yang punya Herman dijual sama kakaknya Puspawati, kaplingan Basuki dijual ke Pak Alam, kaplingan Margono dijual ke Mudi, kaplingan Manyul dijual ke Kistiah Warto, kita pertama beli, dia kan nggak (kaplingan untuk kantor kehutanan) dibeli bareng sama Pak Syamsul," katanya.

Untuk legalitas tanah pekarangan rumahnya itu, Darti telah membuat sertifikat hak milik (SHM) melalui Basuki Kepala Desa Jaya Guna dengan dikenakan biaya sebesar Rp1,1 juta. Sertifikat tersebut diterbitkan pada 29 November 2011.

Margono dan Herman memasang patok-patok pada tanah pekarangan rumah tersebut akan tetapi patok-patok kaplingan tanah itu dicabut oleh Darti.

"Yang berjuang itu pak Syamsul karena kasian sama aku dulunya, tau tau dia pegawai apa kok ngapling-ngapling, dia ngaku katanya aku tim, tim-tim apa, dipatok-patok, patok patoknya tak jebolin (cabutin) semua," papar Darti.

Untuk diketahui, tanah pekarangan rumah seluas 5.000 meter persegi itu, kini tersisa tersisa 600 meter persegi. Sedangkan sebagian tanah tersebut dengan luas 2,400 meter persegi diduga diserobot oleh 4 orang oknum yang telah dijual ke orang lain.

Meskipun Syamsul Wahyudi berusaha mempertahankan tanah hak Syafrudin Syah tersebut, namun Basuki, Margono, Herman dan Manyul ketika itu yang berkuasa diduga berupaya keras menerbitkan sertifikat tanah pekarangan yang  di kapling-kaplingkan oleh mereka. (Ahmad Azohiri)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top