Dekat Calon Ibukota Negara, Babel Kembangkan Pelabuhan Manggar



PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Karena lebih dekat dengan Kalimantan Timur yang bakal menjadi ibukota negara Indonesia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memfokuskan pengembangan fasilitas Pelabuhan Manggar di Kabupaten Belitung Timur.

"Karena akses konektivitas lebih terdekat ke ibukota negara baru di Pulau Kalimantan, penyusunan program kegiatan APBN tahun depan lebih difokuskan pembangunan infrastruktur di Pelabuhan Manggar," ujar Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan, saat membahas program APBN 2021 di Pangkalpinang, Jumat (17/1/2020).

Gubernur Babel mengatakan, pengembangan Pelabuhan Manggar di Pulau Belitung ini lebih difokuskan pembangunan infrastruktur untuk lalu lintas logistik, orang dan sekaligus mendukung Bangka Belitung sebagai wilayah kepulauan serta pariwisata.

"Peningkatan fasilitas dan infrastruktur di pelabuhan ini, tentunya Bangka Belitung akan menjadi pintu gerbang bagi Pulau Sumatera, karena memiliki akses jalur transportasi laut terdekat ke bakal ibukota negara," katanya.

Menurutnya, proses pengembangan Pelabuhan Manggar harus menjadi perhatian serius dalam membuka koneksi antarpulau tersebut.

"Kami berharap Dinas perhubungan dapat lebih fokus untuk pengembangan pelabuhan tersebut dengan memperhatikan berbagai hal yang mendukung pembangunan pariwisata dan wilayah kepulauan, sehingga berdampak positif bagi kemajuan daerah seiring beroperasinya ibukota negara di Kalimantan Timur," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Babel, K.A Tajuddin,  mendukung pengembangan Pelabuhan Manggar guna membuka akses ke bakal ibukota negara yang direncanakan pada 2021.

"Saat ini persyaratan berupa dokumen yang dibutuhkan untuk perencanaan pembangunan sudah lengkap. Selanjutnya, akan memasuki beberapa tahapan pembahasan berdasarkan usulan yang disampaikan pemerintah daerah," katanya.

Keberadaan pelabuhan ini, menurut dia, akan berdampak signifikan secara ekonomi. Terlebih dalam proses distribusi sembako, kendaraan, maupun penumpang. Namun demikian, dia berharap ada ruang kreativitas lain yang dapat dimanfaatkan dalam kawasan pelabuhan semacam sentra perdagangan.

"Pengemasan Pelabuhan Manggar ke depan itu harus lebih menarik, lebih bussiness oriented, sehingga area pelabuhan tidak hanya tempat turun-naiknya penumpang, tetapi bisa sebagai pusat perbelanjaan, pusat hiburan, dan pusat pariwisata," imbuhnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top