Bom Tas Diduga Terkait Persoalan Pilkades Padang Serunaian



BENGKULU, IPHEDIA.com - Ledakan bom tas di depan rumah Satria Utama, Kepala Desa Padang Serunaian, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, pada Sabtu pagi (11/1/2020) diduga terkait persoalan pemilihan kepala desa (Pilkades) setempat pada 2019 lalu.

Dugaan sementara pihak kepolisian, bom tas itu sengaja diletakkan oleh oknum tertentu yang tidak menerima hasil Pilkades di Desa Padang Serunaian. Bom tersebut meledak melukai Halidin (60), ayah dari Kades Desa Padang Serunaian, Satria Utama.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sudarno mengatakan, sebelumnya memang ada beberapa pihak yang mempermasalahkan hasil Pilkades di Desa Padang Serunaian ini.

Meski demikian, kata dia, persoalan Pilkades yang melibatkan antara pihak yang tidak terima dan Kades terpilih ini sudah sempat didamaikan oleh tokoh masyarakat dan pemangku kebijakan setempat.

"Sebelumnya ada permasalahan pemilihan kepala desa tapi sudah didamaikan. Ternyata hari ini ada kejadian seperti itu (ledakan bom tas). Kayaknya ini lebih pada persoalan personal," ujar Kombes Pol Sudarno, di Bengkulu, Sabtu siang (11/1/2020).

Bom tas ini meledak dengan daya ledak rendah dan tidak mengakibatkan kerusakan yang parah disekitar area ledakan. Korban yang terkena ledakan bom tas ini juga tidak mengalami luka parah.

"Ledakan ini low eksplosif atau berdaya ledak rendah karena di TKP tidak ada kerusakan dan korbannya juga tidak terlalu parah. Jadi, kemungkinan ini bukan ulah jaringan teroris," kata Sudarno.

Ia mengaku kepolisian masih belum mengetahui identitas pelaku dan terus melakukan pendalaman serta penyelidikan untuk mengetahui secara pasti motif dari ledakan bom tas tersebut. (*)


Baca Juga: Bom Tas Meledak, Satu Warga di Bengkulu Terluka

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top