Belasan Desa Terendam Banjir Akibat Debit Air Sungai Batanghari Meningkat



JAMBI, IPHEDIA.com - Belasan desa di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, terendam banjir akibat debit air Sungai Batanghari dalam sepekan terakhir meningkat.

"Akibat luapan air Sungai Batanghari ada 16 desa yang terkena dampak, tersebar di enam kecamatan," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari, Samral, di Batanghari, Rabu (29/1/2020).

Ia menyebut, desa-desa yang terdampak banjir itu merupakan desa yang berada di bantaran Sungai Batanghari, di antaranya Desa Benteng dan Desa Sengkati di Kecamatan Mersam, Desa Olak Jong, Olak Besar, Aur Gading, dan Karmeo di Kecamatan Batin XXIV.

Kemudian, Desa Danau Embat di kecamatan Maro Sebo Ilir, Desa Rambutan Masam dan Ampelu di Kecamatan Muara Tembesi, dan Kelurahan Pasar Baru di Kecamatan Muara Bulian.

Belasan desa tersebut merupakan daerah aliran sungai (DAS) yang memang sangat rentan ketika air sungai Batanghari naik. Pada saat musim penghujan seperti saat ini, debit air Sungai Batanghari berfluktuatif.

"Belasan desa ini data sementara, bisa saja bertambah atau berkurang sesuai dengan tinggi muka air (TMA)," ungkapnya.

Sementara itu, BPBD Batanghari mengatakan akan melakukan monitoring ke desa-desa yang rawan terdampak banjir. Karena data belasan desa yang terdampak banjir tersebut merupakan desa yang melapor ke BPBD. 


Walaupun desa-desa tersebut terdampak banjir, namun tidak melumpuhkan aktivitas masyarakat, karena genangan air yang terjadi belum begitu tinggi.

BPBD Batanghari menghimbau agar masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai untuk waspada. Mengingat debit air Sungai Batanghari yang sewaktu-waktu dapat meningkat drastis karena air kiriman dari hulu sungai. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top