Bangka Belitung Nyatakan Aman dari Gempa dan Tsunami



PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Karena tidak memiliki patahan dan gunung berapi, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) relatif cukup aman terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami.

"Pulau Bangka dan Belitung diapit pulau-pulau besar, seperti Kalimantan, Jawa dan Sumatera, kita relatif aman dari gempa dan tsunami," ujar Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan, di Pangkalpinang, Rabu (15/1/2020).

Walaupun Bangka Belitung aman dari gempa dan tsunami, kata dia, namun pemerintah provinsi bekerja sama dengan BMKG akan memasang alat deteksi bencana di beberapa titik, sebagai antisipasi dini bencana tersebut.

"Kita berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi-potensi bencana alam selama perubahan cuaca ekstrem ini," ujarnya.

Menurutnya, potensi bencana yang cukup besar terjadi di Bangka Belitung masih bersifat hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, angin puting beliung, sambaran petir, gelombang tinggi yang sering terjadi, bahkan memiliki kecenderungan meningkat setiap tahunnya.

Untuk itu, Gubernur Babel mengimbau masyarakat selalu bersikap tenang dan waspada untuk mengantisipasi bencana alam selama musim hujan yang cukup ekstrem ini.

Sementara, Kepala BPBD Kepulauan Babel, Mikron Antariksa, mengatakan mengoptimalkan pelatihan pencegahan dan penanganan korban bencana alam di desa siaga bencana, sehingga warga tangguh dan selalu siap menghadapi bencana pada musim kemarau, pancaroba dan musim hujan.

Selain itu, jelas dia, warga juga dilatih dalam menyusun rencana kontingensi, misalnya terjadi bencana gempa bumi, warga sudah tahu dan bisa mengevakuasi korban bencana alam.

"Kita berharap warga yang mendapatkan pelatihan ini dapat menularkan keahliannya dalam penanganan bencana ke masyarakat lainnya," kata Mikron Antariksa. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top